10 Tips untuk Pendaki Gunung Pemula

Pendaki Gunung – Sosial media hari ini dipenuhi foto dan video orang-orang dengan beragam aktifitas. Foto dan video tersebut seperti media menyebarnya wabah, membuat orang yang terpapar tergoda untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilihatnya di sosial media. Salah satu aktifitas yang menantang dan menarik adalah travelling ke alam bebas, seperti mendaki gunung.

Pendaki gunung perlu banyak belajar bagaimana melaksanakan sebuah pendakian dengan baik

Jika kamu termasuk yang terinspirasi dari foto-foto dan video tersebut, kamu harus naik gunung. Tapi jika kamu sebelumnya belum pernah naik gunung. 10 Tips Mendaki gunung untuk pendaki berikut ini mungkin bisa bermanfaat. Ini tipsnya:

1. Bergabung dengan klub/kelompok pendaki atau pencinta alam

Cara tercepat untnuk menjadi seorang pendaki yang baik adalah dengan mendaki berasam orang lain, karena aktifitas mendaki akan lebih menyenangkan dan memotivasi. Saat ini banyak sekali perkumpulan atau komunitas yang berkegiatan dalam bidang aktifitas outdoor.

Kamu bisa masuk kelompok yang melembaga seperti sispala, mapala atau kpa. Jika ingin yang tidak terlalu terikat, kamu bisa bergabung dengan komunitas-komunitas penggiat alam bebas.

2. Mendaki sekali seminggu

Jika tempat tinggalmu berada dekat dengan area perbukitan atau pegunung yang tidak terlalu tinggi, kamu bisa menjadwalkan untuk mendaki sekali seminggu.

Aktifitas ini diperlukan untuk melatih tubuh dan otot agar terbiasa dan siap untuk pendakian yang lebih berat. Kamu bisa mendaki sendiri atau bersama beberapa rekan (dari komunitas misalnya).

Latihan pendakian ringan akan mengembangkan keterampilan gerak kaki. Bisa juga menjadi latihan yang bagus untuk meningkatkan kemampuan perencanaan pendakian, pengujian perlengkapan baru, dan membangun daya tahan fisik Anda. Tidak masalah di mana kamu mendaki, yang penting kamu mendaki. Jadikan aktifitas ini mudah dan menyenangkan.

3. Berlatih untuk terhidrasi dengan baik

Petualang atau pendaki gunung terkadang tidak membawa cukup air saat mendaki. Terkait hal ini, yang perlu diingat adalah kita memerlukan setidaknya 1 liter air untuk setiap dua jam. Kebutuhan ini bisa bervariasi sesuai kondisi alam seperti musim, kondisi cuaca, kecepatan Anda, berat badan, dan tingkat kesulitan pendakian.

Intinya, kita harus tahu dan paham dengan kebutuhan tubuh kita, terutama air.

4. Pelajari 11 Perlengkapan Esensial Aktifitas Luar Ruangan

Terdapat setidaknya 11 hal esensial dalam daftar perlengkapan esensial aktifitas alam bebas. Penting bagi pendaki pemula untuk memahami perlengkapan tersebut. Yang perlu kita ketahui dari 11 perlengkapan esensial tersebut adalah mengapa kita membutuhkannya dan cara menggunakannya.

Baca tentang 11 Perlengkapan Esensial Aktifitas Luar Ruangan

Mungkin kita juga perlu untuk melakukan simulasi penggunaannya di lapangan. Petualangan kita di Alam bebas dimulai segera setelah kita meninggalkan jalan umum: pahami benar medan yang akan kita lalui sehingga kita bisa mempersiapkan diri dengan baik, termasuk perlengkapan yang akan kita bawa.

5. Sepatu mendaki yang tepat

Alas kaki adalah perlengkapan vital dalam pendakian gunung. Kecuali saat mandi dan tidur, kita selalu menggunakan alas kaki. Karena itu kita harus menggunakan alas kaki yang benar-benar pas dan nyaman di kaki. Menemukan alas kaki yang nyaman dan tidak menyebabkan lecet bisa memakan waktu cukup lama.

Fokuslah untuk menemukan sepatu bot atau sepatu mendaki yang cocok untuk kamu daripada bertahan dengan sepatu bot yang sakit atau terlalu pas (sempit). Sebagai panduan untuk mengenal jenis-jenis sepatu, silahkan baca disini.

Baca juga: Jenis-jenis Sepatu Mendaki Gunung

6. Pelajari sistem insulasi tubuh

Pakaian bagi pendaki gunung bukan hanya soal gaya atau kerapiana atau perlindungan dari kondisi iklim yang biasa kita alami di wilayah perkotaan. Bagi pendaki, pakaian harus bisa berfungsi sebagai sistem insulasi tubuh dari berbagai kondisi cuaca yang berubah-ubah di alam bebas serta benda-benda berbahaya, misalnya duri pohon.

Sebagai sistem insulasi, pakaian seharusnya dapat menjaga stabilitas suhu tubuh. Stabil berarti kita tidak merasa cukup sejuk saat udara terlalu panas, atau tubuh kita cukup hangat saat udara sangat dingin.

Metabolisme setiap orang berbeda, jadi kita perlu mencoba beberapa kombinasi pakaian untuk mendapatkan kombinasi yang paling tepat untuk tubuh kita.

Sistem insulasi tubuh kita bisa terdiri dari lapisan dasar, lapisan tengah, lapisan insulator, dan lapisan terluar. FYI, mengenakan banyak lapisan tipis lebih mudah untuk kita mengontrol suhu tubuh daripada pakaian dengan komponen yang terintegrasi.

Baca juga: Yang Perlu Kamu Tahu tentang Sleeping Bag

7. Beritahukan Rencana Perjalanan kepada orang lain

Setiap kali Kamu melakukan pendakian sendiri atau dalam kelompok, pastikan untuk memberitahukan rencana perjalanan kepada orang lain (teman atau kerabat tepercaya). Pemberitahuan tersebut sebaiknya merincikan ke mana kamu akan pergi, jalur atau rute yang kamu rencanakan untuk dilalui, di mana akan memarkirkan kendaraan, kapan waktu pulang, dan siapa yang harus dihubungi jika kamu terlambat keluar dari lapangan.

8. Pelajari Ilmu Navigasi Darat

Pendaki sebaiknya mempelajari ilmu navigasi darat seperti peta, kompas atau GPS. Hal utama yang penting dari ilmu ini adalah bagaimana kita menghubungkan antara gambaran dari peta dengan bentuk muka bumi sebenarnya.

Dengan memahami ini kita dapat mengidentifikasi bentang alam yang kita lihat di luar ruangan untuk menemukan posisi Anda di peta. Ini adalah keterampilan yang bahkan lebih mendasar daripada menggunakan kompas dan yang akan kamu gunakan lebih sering.

9. Belajar dengan Meniru

Tidak ada salahnya meniru hal baik. Pendaki bisa belajar dari para pendaki yang lebih berpengalaman. Ada banyak sumber untuk belajar dari mereka, bisa dari televisi, website, dan tentu saja Youtube. Kita bisa meniru cara mereka berpakaian, menggunakan atau memilih tas, atau banyak hal lainnya.

10. Bergabung dengan komunitas Relawan gunung

Bergabung dengan komunitas relawan gunung bisa mendatangkan banyak manfaat untuk pendaki. Komunitas relawan tidak hanya memberi kita kesempatan untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup. Hal ini juga akan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya untuk melindungi alam raya.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Pendaki Gunung

Berbagi berarti peduli!

shares