Pariwisata Sintang – Rumah Betang Ensaid Panjang

Pariwisata Sintang – Betang Ensaid Panjang

Rumah betang ensaid panjang adalah salah satu benda cagar budaya. Bangunan tradisional ini menjadi salah satu objek unggulan dunia pariwisata di Kabupaten Sintang. Tidak hanya wisatawan dalam negeri, tetapi juga wisatawan luar negeri.

Apa yang disebut dengan rumah betang?

Bukan rumah betang yang menjaga kekeluargaan dan kebersamaan masyarakat Dayak, tapi sebaliknya. Ikatan tersebut yang membuat sebuah rumah betang tetap bertahan. Namun tidak berarti masyarakat Dayak yang tidak tinggal dirumah betang tidak memiliki kekeluargaan. Rumah betang merupakan sebuah wujud nyata komitmen yang menjaga rasa kebersamaan.

Rumah Betang adalah rumah tradisional khas masyarakat Dayak yang mendiami pulau Kalimantan. Bentuk rumah tradisional ini adalah satu bangunan tunggal dalam bentuk memanjang. Ruangan di dalamnya terbagi menjadi bilik-bilik keluarga serta ruangan besar bagian depan yang menjadi tempat kegiatan bersama.

arsitektur tradisional potensial untuk pengembangan pariwisata ensaid panjang
Teras Rumah Betang Tempat Kegiatan Sehari-hari

Rumah komunal tersebut dapat dihuni oleh puluhan kepala keluarga. Bahkan pada masa lalu jumlah tersebut bisa mencapai lebih dari 200 kepala keluarga. Masing-masing kepala keluarga tersebut tinggal dalam bilik-bilik pribadi mereka. Salah satu rumah betang yang paling terkenal di Kalimantan Barat adalah rumah betang yang terdapat di Ensaid Panjang, Sintang.

Asal Masyarakat Dayak Desa di Sintang

Mayoritas penduduk Desa Ensaid Panjang adalah suku Dayak Desa. Dayak Desa adaah salah satu sub-suku dayak yang paling dominan di wilayah Kabupaten Sintang. Menurut penuturan masyarakat, suku Dayak Desa adalah rumpun dari suku Dayak Iban yang berdiam di Sungai Desa Malaysia.

Didorong keinginan mencari tempat hidup baru, mereka menjelajah menggunakan sampan ke daerah baru. Selanjutnya, mereka melewati sungai menuruni tempat-tempat yang tinggi di tengah Kalimantan. Terus mengikuti arus sungai Kapuas. Akhirnya, mereka sampai di tempat yang pada saat ini disebut sebagai Sintang.

Rombongan dari Sungai Desa tersebut kemudian membangun koloni-koloni kecil di kawasan Sintang. Selanjutnya para penjelajah tersebut dikenal sebagai orang “Desa” (dari Sungai Desa). Wilayah Ensaid Panjang merupakan salah satu wilayah dimana masyarakat Dayak Desa membangun tempat tinggal mereka hingga saat ini.

Cikal Bakal Rumah Betang Ensaid Panjang

Cikal bakal dari desa Ensaid Panjang yang pada saat ini adalah suatu desa bernama “Sijok”. Saat ini Sijok tersebut termasuk wilayah Sungai Maram di sebelah utara Bukit Rentap. Secara administrasi wilayah tersebut berada di Kecamatan Kelam Permai. Kelam Permai merupakah kecamatan yang menjadi andalan pariwisata Sintang.

Pertambahan populasi penduduk Desa Sijok membuat sebagian dari mereka harus meninggalkan desa. Mereka kembali menjelajah untuk mencari lahan pertanian dan tempat tinggal yang baru. Dari perpindahan tersebut masyarakat desa Sijok terbagi menjadi dua, yaitu yang menetap dan yang meninggalkan desa mencari tempat tinggal baru.

tenun ikat adalah daya tarik pariwisata ensaid panjang
Menenun Kain Tenun Ikat untuk mengisi waktu luang

Sebagian masyarakat yang pindah membangun pemukiman dan lahan pertanian baru di dekat Sungai Ensaid di sebelah selatan Bukit Rentap. Ensaid adalah bahasa Dayak Desa yang dalam bahasa Indonesia berarti “jerat”. Nama tersebut kemudian digunakan untuk menyebut nama wilayah desa Desa Ensaid Panjang. Sedangkan “Panjang” berasal dari penyebutan rumah betang yang merupakan bangunan memanjang tempat tinggal mereka.

Sejak pertama kali berdiri, rumah betang Ensaid Panjang telah beberapa kali berpindah tempat. Pada awalnya rumah betang didirikan di dekat hulu sungai Ensaid. Selanjutnya dibangun di dekat muara sungai Ensaid di dekat Sungai Kebiau. Lokasi terakhir dibangun pada tahun 1986 pada tempatnya saat ini tidak jauh dari muara sungai Ensaid. Perpindahan rumah betang ini disebabkan oleh faktor kedekatan terhadap ladang tempat masyarakat melakukan budidaya pertanian.

Status rumah betang Ensaid Panjang sebagai benda cagar budaya sangat berpengaruh bagi masyarakatnya. Salah satu keuntungannya adalah masyarakat bisa mendapatkan bantuan untuk renovasi.  Keunikan dan aktifitas budaya rumah betang Ensaid Panjang menjadikan bangun ini potensial untuk pengembangan pariwisata.

Berbagi berarti peduli!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares