Merencanakan Pendakian Gunung

Hiking dimulai sebelum Kamu tiba di jalur pendakian

Kadang-kadang, saat stress melkamu pikiran karena berbagai kesibukan hidup di kota membuat kita ingin segera keluar mencari tempat menyepi. Wajar saja jika kita ingin langsung mengambil motor atau melompat ke dalam mobil untuk berkendara menuju jalur pendakian yang sedang trending di sosial media.

Apalagi melihat foto-foto teman yang selfie di bukit dan gunung yang memenuhi berkamu sosial kamu. Namun, mengambil keputusan dan bergerak terlalu cepat melakukan hal itu belum tentu merupakan pilihan yang paling bijaksana.

Mendaki gunung itu bisa kita ibaratkan seperti mengecat rumah, kenapa? Karena persiapannya sama pentingnya dengan aktivitas aktual itu sendiri. Jadi sebelum kamu berangkat, ikuti tips ini:

Informasikan kepada orang-orang terdekat dan pihak terkait

Pastikan orang-orang terdekat kamu tahu di mana Kamu akan hiking dan kapan Kamu rencana kamu untuk kembali. Ini penting, baik itu pendakian sehari di bukit dekat rumah atau pendakian beberapa hari yang relatif jauh.

Pada perjalanan backpacking, rencanakan di mana Kamu akan mendirikan tenda setiap malam serta bagian jalur yang akan Kamu tempuh setiap harinya. Memberikan informasi rencana perjalanan akan sangat berguna jika ternyata diperlukan evakuasi.

Kamu bisa memberikan catatan rencana lapangan kepada orang tua dirumah dan atau teman-teman yang tidak ikut berangkat (teman sekolah atau kuliah). Jika sudah tiba di lokasi jalur pendakian, setidaknya beritahukan rencana pendakian kamu kepada Ketua RT atau Kepala Desa.

Pelajari teknis navigasi darat (peta dan kompas)

Berpedoman pada peta, rencanakan rute mana yang akan Kamu tempuh. Cari kemungkinan titik keluar darurat serta tempat-tempat di mana kemungkinan isi ulang air. Identifikasi lebih dari satu titik air karena mantra kering tidak dapat diprediksi.

Buat grafik rute Kamu. Tandai rute yang akan Kamu ambil. Tkamui tempat perkemahan potensial, tempat pemberhentian air, dan persimpangan jalan utama.

Kadang pendaki melakukan pendakiannya pada malam hari untuk mengejar sunrise, perjalanan malam berisiko tersesat. Pun dengan kabut gunung, bisa juga menyesatkan kita dari jalan yang seharusnya. Saat tersesat di gunung atau hutan, kemampuan navigasi darat akan sangat membantu.

Buat target waktu

Tentukan sebelumnya di mana Kamu harus berada pada titik-titik tertentu hari ini menggunakan peta Kamu. Misalnya, tetapkan satu koordinat yang harus di capai pada saat jam makan siang. Ketahui kecepatan berjalan masing-masing anggota tim, kemudian perkirakan kecepatan tim dalam pendakian.

Ingatlah bahwa saat bepergian sebagai grup, kecepatan orang paling lambat dalam tim menjadi patokan kecepatan satu tim. Hal ini sangat penting untuk mencegah ada anggota tim yang tertinggal.

Ketahui kondisi dan prakiraan cuaca

Mengetahui prakiraan dan kondisi cuaca terkini adalah point yang sangat bijak. Bahkan masalah cuaca bisa menjadi perihal hidup dan mati, karena itu bijaklah dalam menyikapi cuaca. Jika cuaca memang kurang mendukung, sebaiknya tangguhkan rencana.

Cuaca juga harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan perlengkapan yang akan kita bawa mendaki. Perlengkapan hujan (salah satu dari 11 perlengkapan esensial pendakian) harus dibawa bahkan jika tidak ada prakiraan akan hujan, karena pakaian basah dapat menyebabkan seseorang mengalami hipotermia.

Demikianlah sedikit cerita tentang merencanakan pendakian ini. Sekali lagi, ingatlah bahwa persiapan pendakian sama pentingnya dengan pendakian itu sendiri.

Berbagi berarti peduli!

shares