Pelatihan Penataan dan Pengelolaan Pekarangan Homestay di Desa Temajuk

Terjadinya wabah Covid-19 mendorong berbagai destinasi wisata di Indonesia untuk beradaptasi dengan kondisi terkini dunia pariwisata. Bisnis pariwisata di Desa Temajuk yang  saat ini berfokus pada aktivitas pariwisata massal harus beralih ke bentuk wisata yang lebih aman. Pariwisata alternatif adalah bentuk wisata yang lebih aman karena wisatawan pada bentuk wisata ini cenderung untuk bepergian dalam kelompok kecil.

Homestay adalah salah satu bentuk produk community-based tourism yang merupakan bagian dari pariwisata alternatif untuk pembangunan. Desa Temajuk yang terletak di ujung barat Pulau Kalimantan memiliki sumber daya alam yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata alternatif. Beberapa potensi tersebut misalnya aktivitas keseharian masyarakat nelayan seperti penangkapan ikan dengan pancing dan bubu, penangkapan dan pengolahan ubur-ubur, pengamatan terumbu karang, tracking dan pengamatan flora dan fauna di kawasan hutan lindung.

Untuk mendukung pengembangan wisata, masyarakat di Desa Temajuk sejak sepuluh tahun lalu telah mengembangkan berbagai fasilitas penginapan. Salah satu fasilitas akomodasi  tersebut adalah homestay yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal. Pada saat ini terdapat lebih dari 28 homestay yang beroperasi di Desa Temajuk. Namun berdasarkan diskusi dalam survei awal yang telah dilaksanakan, masyarakat menyatakan bahwa jumlah tamu yang diterima oleh masing-masing homestay masih sangat rendah dibandingkan dengan bentuk fasilitas penginapan lainnya.

Wisatawan yang mengunjungi Desa Temajuk umumnya menjadikan homestay sebagai pilihan terakhir untuk bermalam. Beberapa faktor yang menjadi alasan rendahnya tingkat hunian homestay di Desa Temajuk adalah pengelolaan homestay yang belum dilakukan secara profesional. Hal ini dapat dilihat dari kondisi homestay yang seadanya, baik dari segi peralatan maupun tata ruang dan bentuknya.

Masyarakat belum menyadari pentingnya lingkungan sekitar homestay yang bersih, rapi dan indah bagi kelangsungan usaha homestay. Mitra juga belum mengetahui bagaimana metode untuk membuat lanskap pekarangan homestay menjadi lebih  cantik dan indah. Homestay dengan penataan dan pengelolaan lingkungan yang baik disekitar bangunan akan lebih mungkin direkomendasikan tamu kepada orang lain.

Keindahan dan keunikan lingkungan di sebuah homestay juga akan meningkatkan loyalitas pelanggan. Mengingat pentingnya penataan lingkungan sekitar homestay, maka dilaksanakan pelatihan tentang penataan dan pengelolaan lanskap pekarangan homestay. Pelaksana kegiatan ini adalah tim dosen Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Sambas yang di ketuai oleh Janiarto Paradise Pawa melaksanakan . Pelatihan diberikan dalam bentuk penyampaian teori tentang penataan dan pengelolaan lanskap serta praktik langsung di lapangan dengan studi kasus salah satu homestay yang beroperasi di Desa Temajuk.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 4 September 2021 dalam bentuk pelatihan penataan halaman pekarangan homestay. Pelatihan dilakukan dalam bentuk materi kelas dan praktik lapangan.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 4 September 2021 di Gedung Serbaguna Desa Temajuk. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi yang terdiri dari:

  1. Pentingnya lanskap pekarangan homestay
  2. Standar pengelolaan lingkungan sekitar homestay (ASEAN Standar).
  3. Penataan lanskap pekarangan homestay
  4. Pengelolaan lanskap pekarangan homestay

Kegiatan penyampaian materi tentang penataan dan pengelolaan lanskap dilanjutkan dengan praktik sederhana pembuatan rancangan lanskap pekarangan halaman rumah. Dalam praktik ini, peserta diminta untuk membuat sketsa halaman rumahnya masing-masing. Melalui gambar tersebut, lanskap pekarangan masing-masing peserta dianalisis dari aspek; potensi, ancaman, peluang dan tanda bahaya .

Berbagi berarti peduli!

shares