Pengelola Homestay di Desa Temajuk ikut Pelatihan Penerapan CHSE

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terutama pada pariwisata, tidak terkecuali di Desa Temajuk, Kalimantan Barat,sebagai desa wisata yang terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia. Karenanya, CHSE yang terdiri dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian lingkungan) merupakan hal yang penting dipahami oleh pengelola penginapan dan homestay dalam mengelola usaha mereka di masa pandemi. Akan tetapi, kelompok mitra diketahui kurang pengetahuan tentang pentingnya penerapan CHSE terhadap usaha homestay yang dikelolanya.

Sebagai Desa Binaan Politeknik Negeri Sambas, khususnya Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ”Pelatihan Penerapan Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE)” kepada pemilik/pengelola homestay Desa Temajuk, termasuk masyarakat yang membantu pengelolaan homestay/pondok wisata, dan masyarakat sekitar dapat memahami serta dapat menerapkan CHSE dalam mengelola usaha homestay, agar pengelolola, keluarga pengelola, tamu yang menginap dan masyarakat setempat tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan mencitptakan suasana yang bersih, sehat, aman serta ramah terhadap lingkungan sekitar, sehingga para tamu (wisatawan)yang menginap merasa aman dan nyaman.

“Kegiatan PKM tersebut dilakukan dengan 3 tahap yaitu, sosialisasi (Pemaparan Materi Pentingnya Penerapan CHSE Pada Homestay), Tutorial (Pemutaran Vidio), praktik/simulasi, Monitoring dan Evaluasi (peninjauan setelah selesai kegiatan dan memberikan penilaian terhadap penerapan CHSE pada homestay)” kata Tita Rosalina selaku ketua PKM, yang didampingi oleh Rossi Evita, Ira Mutiaraningrum, Sabahan, dan Nur Astri Fatihah sebagai anggota. Pemaparan materi dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi 1 tentang “Panduan Penerapan CHSE pada Homestay” yang disampaikan oleh Rossi Evita, dan sesi 2 tentang tentang “Pengelolaan Homestay” yang disampaikan oleh Tita Rosalina.

Tita menambahkan bahwa PKM yang dilaksanakan merujuk pada panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Materi panduan CHSE yang disampaikan tersebut mengacu pada protocol dan panduan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), dan World Travel & Tourism Council (WTTC) dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19.

Materi yang disampaikan tersebut juga dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Desa/Kelurahan, termasuk Desa Adat, Kelompok Penggerak Pariwisata/Kelompok Sadar Wisata, dan Organisasi Pengelola Homestay/Pondok Wisata untuk melakukan sosialisasi, tutorial/edukasi, simulasi, ujicoba, pendampingan, pembinaan, pemantauan, dan evaluasi dalam penerapan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan demi meningkatkan keyakinan para pihak serta reputasi usaha dan destinasi pariwisata.

PKM ini dilengkapi dengan simulasi/praktik penerapan CHSE khusus pada ruang penerimaan tamu dan kamar tidur, yaitu praktik tentang proses reservation (menerima tamu) dan make up room (menata dan membersihkan kamar tidur tamu). Diakhir kegiatan, peserta diberikan post test dan quiz (menjawab beberapa pertanyaan). Pertanyaan yang diberikan kepada peserta adalah pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan oleh pemateri untuk memastikan pemahaman peserta tentang CHSE.

Tita selaku ketua PKM berharap bahwa pengelola homestay dapat benar-benar menerapkan CHSE sesuai dengan Keputusan Menteri kesehatan yang akan diobservasi saat monitoring dan evaluasi kegiatan. Dengan adanya pelatihan penerapan CHSE ini, diharapkan pengelola dapat menerapkannya dengan baik sehingga homestay yang ada di Desa Temajuk dapat disertifikasi.

Berbagi berarti peduli!

shares